05 April 2008

PACARAN

Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

Pacaran" adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan "pacaran" itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.

Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta'aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang ALLAH SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.

Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman ALLAH SWT dalam QS Al-Hujurat : 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?


    1. Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
    2. Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
    3. Saling mendo'akan.

Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.

Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na'udzubillaahi min dzalik.

Oleh karena itu, hendaklah kita :


  1. Menundukan pandangan.

"Firman ALLAH dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : "Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis."

  1. Jangan berduaan dengan lawan jenis.

"Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan."

  1. Memperbanyak shaum sunat

Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.

Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai ALLAH SWT, sesungguhnya ALLAH akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai ALLAH SWT, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman ALLAH SWT "Janganlah kamu dekati zina".

Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na'udzubillaahi min dzalik.

04 April 2008

KEUTAMAAN MENYEBARKAN SALAM

Rasulullah SAW bersabda :

“ Sesungguhnya manusia yang paling mulia di sisi ALLAH adalah orang yang pertama kali mengucapkan salam. “
( HR. Abu dawud dan dishikan oleh Al-Albany )

Rasulullah SAW bersabda :

“ Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak tidak akan Jannah (Surga) hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang apabila kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. “
( HR. Muslim )

Rasulullah SAW bersabda :

” Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makan ( kepada orang lain ), sambunglah silahturahmi, dan shalatlah malam disaat manusia tidur. Niscaya kalian akan masuk Jannah ( surga ) dengan selamat. “
( HR. Ibnu Majah dan dishahikan oleh Al-Albany dalam Shahihul Jami’ )

Dari Imran bin husein bahwa ada seorang lelaki dating kepada Nabi Muhammad SAW seraya mengucapkan : As-salamu ‘Alaikum. Beliau bersabda : “pahalanya 10.” Kemudian ada seorang lagi datang seraya mengucapkan: As-salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah. Beliau bersabda; “pahalanya 20.” Dan kemudian datang lagi seorang seraya mengucapkan: As-salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah Wa barakatuh. Maka beliau bersbada: “pahalanya 30.”
(HR. At-Tirmidzy dan dishahikan oleh Al-Albany).

Powered By Blogger